Frequently Asked Questions
Pertanyaan Seputar Penjualan Properti
Ya, nilai properti dapat mengalami penurunan tergantung beberapa faktor utama, antara lain:
Kondisi fisik bangunan (kerusakan, usia bangunan, kualitas konstruksi)
Perubahan tata ruang atau regulasi pemerintah
Aksesibilitas dan perkembangan infrastruktur
Kondisi pasar properti (supply & demand)
Situasi ekonomi nasional
Namun secara historis, properti di lokasi strategis dengan pertumbuhan kawasan yang baik cenderung mengalami kenaikan nilai dalam jangka panjang. Karena itu, lokasi tetap menjadi faktor paling menentukan dalam investasi properti.
Tidak selalu. Rumah lama dan rumah baru memiliki keunggulan masing-masing.
Keunggulan rumah lama:
Biasanya berada di kawasan yang sudah berkembang
Akses fasilitas umum lebih lengkap
Harga per meter bisa lebih kompetitif
Keunggulan rumah baru:
Desain modern dan fungsional
Struktur bangunan lebih efisien
Biaya renovasi awal lebih rendah
Penilaian terbaik dilakukan berdasarkan kondisi bangunan, lokasi, legalitas, serta harga pasar saat ini.
Broker properti adalah profesional yang membantu proses jual beli properti agar berjalan lebih aman, efisien, dan terstruktur.
Tugas broker meliputi:
Analisis harga pasar (market valuation)
Strategi pemasaran properti
Menyaring calon pembeli yang serius
Negosiasi harga dan syarat transaksi
Koordinasi proses legalitas dan notaris
Menggunakan broker dapat mempercepat transaksi dan meminimalkan risiko kesalahan administratif maupun hukum.
Bisa. Namun dalam praktik jual beli properti, biasanya pajak d
Dalam transaksi properti, umumnya terdapat beberapa komponen biaya:
PPh Final (ditanggung penjual)
BPHTB (ditanggung pembeli)
Biaya notaris / PPAT
Biaya balik nama sertifikat
Biaya appraisal (jika menggunakan KPR)
Asuransi (untuk KPR)
Pembagian biaya dapat disepakati antara kedua belah pihak sebelum transaksi dilakukan. Transparansi sejak awal sangat penting untuk menghindari konflik di kemudian hari.
an biaya terkait dibagi antara penjual dan pembeli sesuai kesepakatan.
Contoh biaya yang umum:
PPh Penjual
BPHTB (Pembeli)
Biaya notaris
Asuransi (jika menggunakan KPR)
Detail pembagian biaya sebaiknya disepakati sejak awal negosiasi.
Proses KPR biasanya memakan waktu sekitar 14–30 hari kerja, tergantung:
Kelengkapan dokumen pemohon
Riwayat kredit (BI Checking / SLIK OJK)
Proses appraisal properti oleh bank
Kebijakan internal masing-masing bank
Jika seluruh dokumen lengkap dan legalitas properti jelas, proses dapat berjalan lebih cepat.
Beberapa dokumen yang biasanya diperlukan:
Sertifikat Hak Milik (SHM) / HGB
IMB / PBG
PBB terakhir
KTP dan KK pemilik
Surat nikah (jika sudah menikah)
Bukti pembayaran utilitas
Legalitas yang lengkap akan meningkatkan kepercayaan pembeli dan mempercepat proses transaksi.
Pertanyaan Seputar Sewa Properti
Umumnya penyewa perlu menyiapkan:
KTP / Passport
Bukti penghasilan (slip gaji / rekening koran)
Surat keterangan kerja / usaha
Deposit sesuai kesepakatan
Untuk sewa jangka panjang (tahunan), pembayaran biasanya dilakukan di muka sesuai kontrak.
Deposit biasanya sebesar 1–3 bulan harga sewa, tergantung:
Durasi kontrak
Nilai properti
Kebijakan pemilik
Deposit berfungsi sebagai jaminan atas potensi kerusakan atau tunggakan, dan akan dikembalikan setelah masa sewa berakhir jika kondisi properti baik.
Secara umum:
Kerusakan struktural (atap bocor, instalasi utama) → tanggung jawab pemilik
Kerusakan akibat pemakaian sehari-hari → tanggung jawab penyewa
Namun pembagian tanggung jawab harus tercantum jelas dalam perjanjian sewa.
Bisa, tetapi biasanya terdapat ketentuan seperti:
Pemberitahuan minimal 1–3 bulan sebelumnya
Pemotongan sebagian atau seluruh deposit
Denda sesuai kesepakatan kontrak
Seluruh ketentuan harus tertulis dalam perjanjian untuk menghindari sengketa.
Selama kontrak aktif, harga tidak dapat berubah secara sepihak.
Penyesuaian harga hanya dapat dilakukan saat:
Masa kontrak berakhir
Terjadi perpanjangan kontrak
Disepakati oleh kedua belah pihak
Properti yang dipasarkan sebaiknya memiliki dokumen kepemilikan yang jelas dan tidak dalam status sengketa. Penyewa disarankan memastikan perjanjian sewa ditandatangani di atas materai dan memuat hak serta kewajiban kedua pihak.
Panduan Pasang Iklan Properti
Pelajari cara membuat listing yang jelas, menarik, dan efektif agar lebih mudah mendapatkan inquiry di DekatRumah.com.
Untuk memasang iklan properti di DekatRumah.com, ikuti langkah berikut:
1. Login ke akun Anda
2. Klik menu Pasang Iklan
3. Isi data properti:
– Status (Dijual / Disewa)
– Tipe properti
– Harga
– Lokasi
– Spesifikasi
4. Upload foto properti
5. Isi deskripsi
6. Klik Publish
Pastikan semua data lengkap agar listing Anda mudah ditemukan dan menarik calon pembeli.
Gunakan format berikut:
Judul:
[Jenis Properti] + [Keunggulan] + [Lokasi]
Deskripsi:
Hook + Spesifikasi + Lokasi + Legalitas + Value + CTA
Pastikan:
– Luas tanah & bangunan diisi
– Kamar jelas
– Legalitas disebut
– Kontak aktif
Agar listing Anda efektif:
1. Gunakan judul spesifik
Contoh: Rumah Siap Huni di Ciputat Dekat Kampus
2. Gunakan foto terang & lengkap
Minimal: tampak depan, ruang utama, kamar, dapur
3. Tentukan harga realistis
Bandingkan dengan properti sekitar
4. Isi lokasi dengan jelas
Semakin presisi = semakin dipercaya
5. Respon inquiry secepat mungkin
Ideal: kurang dari 5 menit
Beberapa penyebab umum:
– Foto kurang menarik
– Harga tidak kompetitif
– Lokasi tidak jelas
– Judul terlalu umum
– Deskripsi tidak meyakinkan
– Respon lambat
Solusi:
Perbaiki 5 faktor utama:
Judul, Harga, Lokasi, Foto, dan Follow-up